RESENSI FILM TENTANG JURNALIS
PEMBURU DI MANCHESTER BIRU
Sumber gambar: https://www.google.com/url sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fhype%2Fentertainment%2Ferfah-nanda-2%2Freview-film-pemburu-di-manchester-biru-proses-perjuangan-jurnalis&psig=AOvVaw1IbzrD4GC3ozDaDTlV3cfF&ust=1616580377603000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCODIs7KVxu8CFQAAAAAdAAAAABAg
Identitas Film
Judul Film : Pemburu di Manchester Biru
Sutradara : Rako Prijanto
Produser : Reza Hidayat
Penulis Naskah : Titien Wattimena
Produksi : Oreima Films
Pemain Film : Adipati Dolken, Ganindra Bimo, Vonny Cornelia, Kevin Bzezovski Taroreh, Donny Alamsyah, Tania Staite, Maurice Byrne, Luis Amalia, Oscar Reed, Kiera Bell.
Durasi : 90 Menit
Sinopsis Film
Di tahun 2016, Hanif Thamrin (Adipati Dolken) meninggalkan kampung kelahirannya di Payakumbuh, Padang, Sumatera Barat dan mengadu nasib di kota impiannya, London, Inggris. Dia ingin meraih cita-citanya dan membanggakan almarhum ayahnya. Kehidupnnya di wilayah metropolitan itu penuh dengan berbagai tantangan dan cobaan. Meski demikian, Hanif tidak pantang menyerah. Dalam perjuangannya, ia berhasil menjadi seorang jurnalis dan penggiat sepakbola di Manchester City.
Menjadi seorang jurnalis tidak serta merta membuat Hanif jauh dari tantangan. Ia justru mendapat tantangan dan tuntutan yang lebih besar dari klub sepakbola yang mempekerjakannya itu. Bersama sahabatnya, Pringga (Ganindra Bimo), ia harus terus menjalani kehidupan yang penuh tantangan.
Cerita dalam film ini diangkat dari novel non fiksi berjudul "Pemburu di Manchester Biru" karya Hanif Thamrin, mantan Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI yang pernah menjabat sebagai International Content Producer di klub liga Inggris, Manchester City.
Ulasan
Cerita berawal dari Hanif yang baru saja menyelesaikan kuliah, kemudian dia terlihat kesusahan mencari pekerjaan. Meskipun ceritanya tidak semua terkait dengan pekerjaan Hanif, film ini terlihat kesusahan mengadaptasi dari novel aslinya. Ada beberapa adegan yang diambil dengan cara memutar sehingga bagi penonton menjadi pusing. Terdapat nilai-nilai yang dapat dicontoh, yakni tumbuh, pata hati, kecewa, bangkit, sendiri, kesepian, diam dan rindu. Alur maju mundur di film ini perpindahannya tidak terlihat kasar.
Kesimpulan
Film ini cocok untuk kalangan remaja dan dewasa karena film ini menceritakan tentang seseorang yang pantang menyerah dalam berusaha untuk mewujudkan mimpi yang di cita-citakannya.

Komentar
Posting Komentar