TOKOH PERS
KARNI ILYAS
Sumber gambar:
https://www.google.com/urlsa=i&url=https%3A%2F%2Fbanten.indeksnews.com%2Fhomepagetech%2Fpage%2F47%2F&psig=AOvVaw1hS5CrBe5oxgJWB5p0V2zG&ust=1615168720194000&source=images&cd=vfe&ved=0CAIQjRxqFwoTCKiP-seKne8CFQAAAAAdAAAAABA
Biografi
Karni Ilyas merupakan salah satu tokoh wartawan pers atau jurnalis senior yang ada di Indonesia. Dia memiliki nama panjang Sukarni Ilyas. Pria yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada anggal 25 September 1952 ini memiliki orang tua yang bernama Ilyas Sutan Nagari dan Syamsinar. Ayahnya bekerja sebagai penjahit di pasar. Semasa sekolah dari SD hingga lulus SMA, Karni bertempat di Padang. Selanjutnya, dia melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan fakultas hukum di Universitas Indonesia sampai lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH). Pada tahun 2013, Karni Ilyas mendapatkan gelar Doktor Honors Causa (HC) dalam bidang hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penganugerahan gelar Dr. (HC). ini karena telah memberikan pemahaman, penghayatan, dan pencerahan hukum kepada masyarakat secara dinamis dan terbuka. Pada tahun yang sama, Karni Ilyas memenangkan piala Panasonic Gobel Awards 2013 kategori presenter talkshow berita dan informasi. Pada tahun 2015, Karni Ilyas memenangkan piala Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia kategori presenter pria terfavorit. Pada tahun 2016, Karni Ilyas memenangkan lagi piala Panasoic Gobel Awards kategori presenter talkshow terfavorit, kemudian memenangkannya untuk kesekian kali di tahun 2018 kategori presenter talkshow berita.
Karir
Sukarni Ilyas mengawali karir sebagai jurnalis media cetak pada tahun 1972 dengan bergabung di salah satu media bernama Suara Karya. Pada tahun 1978, ia kemudian pindah ke Majalah Tempo sampai dapat meraih jabatan redaktur pelaksana. Pada tahun 1991-1999, Karni ditugaskan untuk menjadi ketua Majalah Forum karena kepandaiannya di bidang hukum. Tahun 2000, ia ditunjuk menjadi Komisaris Majalah di majalah tersebut.
Sukarni Ilyas melebarkan sayapnya sebagai jurnalis dengan menjadi wartawan berita media masa. Pada tahun 1996, ia bergabung dengan SCTV. Akhirnya, pada tahun 1999-2005 diangkat menjadi ketua Liputan 6 SCTV. Dalam kurun waktu enam tahun, Liputan 6 SCTV menjadi salah satu program berita terkenal di televisi Indonesia dan dapat bersaing dengan Metro TV selaku stasiun televisi khusus berita yang lahir pada tahun 2000.
Pada tahun 2005, Karni Ilyas hengkang dari SCTV ke ANTV selaku stasiun tv yang dinahkodai oleh keluarga Bakrie. Program berita stasiun televisi ANTV menjadi menarik pemirsa karena penayangan-penayangannya secara langsung di lokasi kejadian. Misalnya, tahun 2005 terjadi penangkapan gembong narkoba di Jalan Flamboyan, Batu, Malang. Penangkapan gembong narkoba tersebut ditayangkan secara langsung dari aksi tembak-tembakan oleh polisi yang menemukan persembunyian gembong narkoba hingga akhirnya terjadi ledakan. Tayangan berita tersebut menjadi puncak penayangan program berita ANTV yang dipimpin oleh Karni Ilyas.
Pada tahun 2007, keluarga Bakrie mengambil alih stasiun televisi Lativi dan berubah nama menjadi TVONE, kemudian stasiun televisi tersebut menjadi stasiun televisi khusus berita. Pada tahun tersebut, Karni Ilyas diberi mandat oleh keluarga Bakrie untuk menjadi ketua redaksi pemberitaan berita dan olahraga atau direktur pemberitaan di TVONE sampai sekarang. Stasiun televisi khusus berita ini juga menjadi menarik minat pemirsa karena penayangan berita secara eksklusif. Salah satunya, yakni penangkapan teroris terkenal Noordin M Top di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Surakarta pada tanggal 17 September 2007.
TVONE menjadi stasiun televisi yang membesarkan nama Karni Ilyas sebagai presenter. Program talkshow TVONE, yakni "Jakarta Lawyers Club" yang berubah nama menjadi "Indonesia Lawyers Club". Program talkshow ini pertama kali mucul di TVONE pada tahun 2008 dan menjadi program yang sangat menarik karena mengangkat tema yang hangat dan sedang diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat. Sampai akhirnya, pada tahun 2012 program ini memenangkan piala Panasonic Gobel Awards kategori "Life Time Achievement". Akhirnya, tahun 2020 menjadi tahun terakhir penayangan "Indonesia Lawyers Club" di TVONE karena kontrak program tersebut sudah habis.
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Karni_Ilyas
https://www.suara.com/news/2020/12/05/130829/profil-karni-ilyas-presenter-indonesia-lawyers-club?page=all
https://news.detik.com/berita/d-2372010/karni-ilyas-terima-gelar-dr-hc-dari-ums
https://m.merdeka.com/sukarni-ilyas/profil/
https://oktafiannia.wordpress.com/2017/03/06/biodata-tokoh-perss-indonesia-karni-ilyas/
https://www.suara.com/news/2020/12/15/224633/kerja-sama-dengan-tvone-berakhir-ilc-akan-tayang-di-youtube?page=all

Komentar
Posting Komentar