STRAIGHT NEWS
OMSET PULUHAN JUTA DARI HASIL TERNAK BURUNG MURAI BATU BESERTA CARA TERNAK, PERAWATAN, DAN MACAM JENISNYA
Sumber: https://scontent.fsub2-1.fna.fbcdn.net/v/t1.6435-9/48360310_275163039849612_5484966042092437504_n.jpg?_nc_cat=100&ccb=1-3&_nc_sid=973b4a&_nc_ohc=FULwjsiV8QIAX-LaSaq&_nc_oc=AQm4V0NEhhoNmG-xu2Z8alNXDT638JnTrBoeU8pRkUzVlvs0XbTEQ_SVGCcDvaMggEU&_nc_ht=scontent.fsub2-1.fna&oh=ddec5464ade630c9ac69c8f348634ce6&oe=60F2AEEA
Beternak hewan memang
banyak sekali untungnya. Apalagi paham soal ternak dan sudah memiliki rantai
penjualan yang pasti. Alhasil pundi-pundi rupiah yang dihasilkan pun bisa
banyak sekali.
Dijaman sekarang ini
memelihara burung kicau sudah menjadi hal biasa dan boleh dikatakan lumrah,
malah sebagian orang ada yang sudah menjadikan kebiasaan ini sebagai peluang
usaha yang sangat menjanjikan. Bahkan merekan sudah bisa memberi makan keluarga
mereka dari hasil menjual burung hasil dari penangkaran.
Ternak burung berkicau
Murai Batu kini menjadi peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Dalam sebulan,
seorang budidaya ternak burung murai batu bisa meraup untung mencapai puluhan
juta rupiah. Hobi memelihara burung yang digemari oleh beberapa kalangan
ternyata membuka peluang usaha penangkaran burung burung. Salah satu jenis
burung yang populer dipelihara dan diperlombakan adalah burung murai batu, yang
terkenal dengan kicauannya.
Mempunyai suara kicauan
yang merdu, menjadikan burung murai batu memiliki daya tarik para pecinta
burung berkicau. Sudah tidak asing, jika banyak orang membudidayakan murai.
Bahkan, harga jual murai memiliki nilai pasar tinggi. Peternak murai bisa
memiliki omset puluhan juta rupiah.
Pada komunitas kicau
mania atau pecinta kicau burung, nama burung murai batu sudah wajar. Burung bernama
latin copsychus malabaricus ini, sudah menjadi primadona kontes lomba burung
berkicau.
Setiap burung murai batu
paling banyak diburu pecinta burung kicau. Tidak hanya suaranya merdu dan
kencang, burung murai batu banyak variasi nadanya. Bentuk ekornya bisa memanjang
ke bawah hingga 30 cm.
Saat sedang berkicau,
burung murai pintar meniru bunyi suara yang berada dekat di sekitarnya. Contohnya,
burung murai bisa mencontoh suara air terjun, suara bintang seperti ayam, kera,
serta kucing, dan suara tembakan peluru. Berbagai kelebihan yang dimiliki itu,
maklum, jika banyak orang yang suka beternak murai batu. Apalagi, burung ini
nilai pasarnya sangat ekonomis dan tinggi.
Berawal dari hanya
sekadar hobi memelihara burung bekicau, Nyono Agus (45) kini sukses mendulang
rezeki dari beternak burung Murai Batu di Dusun Ngembes, Desa Gembong,
Kecamatan Gembong, Pati, Jawa Tengah (12/07/2021).
Berawal dari sebuah
hobi burung, kemudian sang istri menyarankan kepada Agus agar membudidayakan
murai. Agus mengamini saran sang istri. Sejak 2010 lalu, Nyono Agus seorang bos
bengkel motor yang ada di Pati menjadi pembudidaya murai batu. Awalnya, ia
menyampaikan bahwa dirinya sempat dihina oleh tetangga karena ternak burung.
"Tetangga-tetangga
saya yang dulu menghina saya menangis melihat ini," ungkap Nyono Agus.
Tetapi, hal itu tidak
menurunkan tekadnya. Kemudian, menurutnya, bisnis ini sangat menguntungkan
dengan berbagai macam harga yang ia jual. Ternak burung murai batu, kata dia
memang memerlukan ketekunan. Awalnya, ia pernah membeli bibit indukan (murai
jantan dan betina) usia sekitar 8 bulan. Saat itu seekor murai batu dibelinya sekitar
Rp 2,5 juta. Lalu, jumlah indukan terus ditambahnya hingga kini ia mempunyai
empat pasang induk murai batu. “Semua sudah pernah bertelur dan menetas.
Awalnya ingin mencoba memelihara anakan sejak menetas, tapi seringkali mati.
Makanya sekarang saat menetas langsung saya jual,” terangnya. Ia sudah sering
menjual anak murai yang baru berusia beberapa hari. Rata-rata dijual seharga Rp
500 ribu.
Ia juga menjual satu ekor murai batu anakan
usia 1,5 bulan dijual mulai harga Rp2 juta-Rp2,5 juta. Kemudian, ada yang dia
beli sepasang pertama kali seharga Rp15 juta, kini ia berhasil mengembang
biakkanya menjadi 50 ekor indukan, penangkaran yang ia lakukan di halaman
belakang rumah yang terletak di Dusun Ngembes RT. 1, RW. 14.
Agus menuturkan,
penangkaran yang ia beri nama Kicau Mania Farm dapat menghasilkan 10 sampai 15
ekor. Hasilnya pun lumayan, untuk murai jantan umur 2 sampai 3 bulan dijual
dengan harga Rp2 sampai Rp3 juta, sedangkan betina dihargai sebesar Rp1 juta
per ekornya.
Ada juga yang ia jual untuk
yang masih anakan saja Rp 1,2 juta per ekor. Sedangkan untuk indukan, ia
membanderol Rp 3,7 juta per ekor. Jika burung yang sering menang lomba, Agus
menjual seharga lebih dari Rp 5 juta.
Agus juga mengklaim,
dari hasil penangkaran, ia juga ada yang menjualnya sekitar 20 ekor-30 ekor
murai per bulan yang ia banderol murai Rp 3,5 juta-Rp 15 juta per pasang.
“Murai yang harganya Rp 10 juta ke atas, berusia 1 tahun,” katanya.
Agus juga mempunyai 10
pasang indukan, dengan rata-rata tiap 28 hari tiap indukan menetaskan 2 sampai
4 ekor anak. Jadi, produksi dari 10 pasang indukan rata rata per bulan
menghasilkan 20 sampai 25 ekor anakan. Dengan harga jual anakan sapihan per
ekor Rp 1 sampai 1,5 juta.
“Tapi tidak mesti,
angka-angka itu di kurangi angka kematian (mortality), dan biaya pakan plus
pemeliharaannya,” ujar Agus.
“Alhamdulillah, sejak saya memulai usaha ini
sekitar dua tahun lalu, akhirnya bisa mengembang biakkan Murai Batu, sehingga
habitatnya di luar sana tidak lagi terganggu, Murai kita memiliki ciri khas
sendiri, yakni suaranya lebih keras sehingga banyak peminatnya,” ujarnya.
Penangkaran Murai Batu
yang dipelajarinya secara otodidak atau hanya dengan manfaatkan sumber dari
internet itupun kini kebanjiran orderan dari para penggemar keciaun merdu murai
tersebut, bahkan bagi yang berminat harus antre hingga berbulan-bulan untuk
bisa memilikinya.
“Kalau mau beli harus
pesan dulu karena banyak yang beli dan cabang yang saya punya banyak,” ujarnya.
Pelanggannya pun tak
hanya dari Pati sekitarnya melainkan Margorejo, Gabus, Wedarijaksa, Kayen,
Juawana dan Tlogowungu. Bahkan, Agus sudah memiliki banyak pelanggan di cabang
luar kota juga. “Murai Batu dibudidayakan ada Medan, Aceh, Nias, Jambi, Albino,
Pagai, dan Lampung,” jelasnya.
Dijelaskannya, kualitas
anakan dapat dilihat dari kualitas indukan, terutama sang induk jantan. “Kalau
induk jantannya pernah juara kontes burung berkicau, maka harga anakannya
mahal,” tuturnya.
Kualitas anakan juga
dapat dilihat dari postur tubuh. Kepala yang cepak, postur tubuh yang besar dan
gagah, menjadi pertanda murai berkualitas prima. “Postur tubuh yang besar
mencirikan sang anakan mampu bernapas panjang. Itu berarti kicauan pun bakal
berdurasi panjang,” jelasnya.
Sebelumnya, ia memiliki
50 pasang indukan untuk memproduksi anakan, kemudian menjadi 80 pasang. Saat
ini, Agus membudidayakan 100 murai. Masing-masing pasangan induk itu menghuni
kandang berdinding bata merah berukuran
1,5 m x 2 m. Di dalam kandang itu terdapat ranting pohon untuk bertengger. Agus
juga menempatkan wadah pakan di dinding depan kandang bagian dalam. Pada
dinding depan kandang terdapat pintu kecil yang hanya cukup untuk memasukkan
tangan saat memberi pakan.
Setiap pasang induk,
kata dia, mampu memproduksi anakan sepanjang tahun. Seekor induk betina mampu bertelur
hingga 8 kali atau lebih dalam setahun. Namun, Agus menuturkan sang induk
betina sebaiknya diistirahatkan setelah 3-4 kali produksi.
Tujuannya untuk menjaga
kondisi fisik, kesehatan dan kesuburan induk betina. Jika induk betina
terus-menerus dipacu untuk berproduksi, maka dapat menyebabkan induk mati
mendadak atau anakannya menjadi banyak yang cacat dan hidupnya tak mampu
bertahan lama. Dengan demikian pentingnya memisahkan induk dan jantan
sementara.
Misalnya dengan
memasukkan induk jantan ke dalam sangkar. Namun, letakkan sangkar itu dalam
kandang ternak agar tidak susah lagi menjodohkannya. “Lama istirahat bervariasi
antara dua hingga 4 minggu,” ujarnya.
Agus menuturkan, telur
menetas setelah dieram sekitar 15 hari. Ciri telur sudah menetas terdapat
cangkang telur yang berserakan di lantai kandang. “Saat menetas induk biasanya
membuang cangkang telur ke luar sarang,” tuturnya.
Ketika sudah menetas,
sang induk memberi makanan anakan sendiri dengan pakan yang disediakan, berupa
ulat atau kroto. Lanjutnya, saat berumur 7-10 hari setelah menetas baru bisa
memanen anakan bersama sarangnya lalu disimpan di sangkar berbeda. Ketika itulah,
Agus dibantu sang istri mengambil alih tugas sang induk untuk memberi makan.
“Tahap inilah masa yang paling riskan. Harus telaten merawatnya,” ujarnya.
Soalnya, kata Agus,
pada umur hitungan hari anakan mudah sekali merasa lapar. Bila merasa lapar
anakan biasanya membuka mulut sambil terus-menerus bercericit. Itulah sebabnya
sang istri membantu merawat anakan.
Sebagai sumber nutrisi,
Agus memberikan pakan jangkrik yang telah dipotong kepala dan kakinya pada pagi
dan sore hari masing-masing 4 ekor. Ia juga memberi pakan tambahan lain seperti
kroto atau ulat, tapi tidak setiap hari. “Pakan kroto atau ulat cuma tiga kali
seminggu,” katanya.
Lanjutnya, sejak
pemisahan anakan dari induk, ia juga mulai melakukan pengisian suara kicauan.
“Isian suara itu seperti mengajari anak kecil. Jadi harus dilakukan sejak
dini,” ujarnya.
Ada juga anakan jantan
yang berkualitas ia besarkan hingga dewasa dan siap tampil dalam kontes. “Kalau
sudah ikut kontes dan juara harga jual bisa lebih mahal,” kata Agus sembari menyeruput
teh.
Prinsip dalam berternak
burung berkicau, kata dia, indukan juara ibarat jaminan mutu keturunan yang
dihasilkan. Oleh sebab itu, anakan yang dibesarkan hingga dewasa dan tampil
juara kontes bias dijadikan indukan. “Anakan dari indukan premium (Juara kontes)
pasti laris manis,” ujar Agus tertawa lepas seraya membayangkan pundi-pundi
rupiah masuk ke kantongnya.
Agus menuturkan, tak
ada kiat khusus untuk memasarkan murai hasil tangkarannya. “Hanya mengandalkan
promosi dari mulut ke mulut,” tambahnya. Kisah sukses Agus menangkarkan murai
batu bukan berarti tanpa kendala. “Kondisi cuaca menjadi kendala,” tuturnya.
Menurutnya, saat musim
hujan kualitas telur jelek sehingga gagal menetas. Kondisi udara yang lembap
juga membuat indukan enggan untuk kawin. Kendala lain adalah ancaman hama
tikus. Agus pernah kehilangan induk berharga Rp12 juta gara-gara digigit tikus.
Oleh sebab itu ia membuat kandang dari dinding triplek dengan kontruksi rangka
baja. “Kandang indukan harus diperhatikan untuk melindungi para indukan murai
yang menjadi tumpuan pendapatan,” tutupnya.
Teknik penangkaran
burung, terutama jenis Murai batu, terkenal ribet dan mempunyai tingkat
kesulitan yang tinggi. Bahkan ada beberapa peternak yang harus menyiapkan
kandang tertutup. Tidak sembarang orang bisa masuk, untuk kelas penangkaran
besar bahkan ada yang sampai memasang CCTV di kandang, untuk mengamati
perkembangan burung, dan meminimalisir orang yang masuk. Hal ini bertujuan agar
burung Murai batu yang ditangkarkan tidak stres atau gagal. Beda sekali dengan
sistem penangkaran yang di buat Kicau Mania Farm, di mana kandang tangkar semi
terbuka, di penuhi dengan tanaman tanaman hijau.
“Semua itu tinggal
awalnya, jika awal kita buat ribet ya ribet, tapi jika awal kita buat mudah,
ternyata juga tidak seribet yang orang bicarakan. Kuncinya itu, dan satu lagi
kiatnya, setiap kita masuk ke kandang, kita harus membawa makanan (jangkrik),
jadi burung akan hapal (niteni). Kita masuk itu membawa oleh-oleh,” terang Agus
panjang lebar.
Kiat-kiat Kicau Mania
Farm, menurut Agus tidak ada yang disembunyikan, siapapun yang ingin belajar,
pintu akan terbuka lebar. “Saya punya prinsip, apapun yang saya lakukan asalkan
itu baik, saya niati ibadah, jika ada orang lain yang bertanya soal penangkaran
burung, dengan senang hati akan saya berikan kiat-kiatnya, ilmu yang dibagikan
tidak akan habis, bahkan bisa bertambah, saya bisa memberikan ilmu kepada orang
lain itu justru ada dua keuntungan yang saya peroleh, pertama dari ilmu itu
sendiri, ke dua dari orang lain yang mengamalkannya dan bermanfaat untuk
keluarga atau yang lainnya,” terang dia.
Kiat penangkaran Murai; perbandingan pemeliharaan dua betina satu
pejantan. Dibutuhkan lingkungan asri, sebagai pendingin suhu. Anakan Murai
tetep loloh atau suap induk alami, tidak diloloh manusia. Kolam di dalam
kandang tidak terlalu dalam, dapat diberi batu-batu kecil. Penanganan pertama
sangat berpengaruh di perawatan selanjutnya. Kandang tangkar harus sering
dibersihkan. Serta jika masuk kandang harus membawa pakan (jangkrik), agar
burung niteni.
Agus banyak memiliki
jenis burung murai. Pertama, Burung murai ‘Panda Albino’ namanya yang ia beli
sepasang trorolan seharga Rp 200 juta yang kini sudah mulai produksi
pertrotolan dihargai Rp 100 juta atau setingkat harga satu unit mobil.
Kendati harganya
ratusan juta rupiah. Namun, tidak mudah memelihara burung murai albino. Sebab,
burung ini memiliki ciri khas berwarna putih lalu diekornya ada berwarna hitam.
Bagi Agus tidak mudah
memelihara burung murai albino. Sebab, dari hasil penetasan telur pertama
sempat tidak jadi. Meski tidak berhasil, bapak satu anak ini tidak patah
semangat. Dirinya, kembali meneteskan telur kedua hasil persilangan dan berhasil.
Burung murai albino
dari hasil penetasan itu, sudah berusia 2,5 tahun dan akan dikembangkan terus
karena memiliki ciri khas warna yang berbeda dengan burung murai lainnya.
“Kelebihan burung murai
albino berbeda dengan burung lainnya. Dari segi warna memang beda.
Pemeliharannya pun lebih sensitif,” ujar Agus sedikit bercerita,
Agus juga menambahkan,
harga burung murai albino lebih mahal. Satu pasang anak burung ini bisa
mencapai Rp 150 juta. Lain lagi kalau sudah besar harganya mencapai satu unit
mobil. “Saat ini saya punya koleksi satu warna satu pasang. Sedangkan yang buat
lomba ada 6 pasang,” imbuhnya.
Malahan ada satu
sangkar burung murai yang diberi nama ‘Bima Sakti’. Burung tersebut kerap kali
mengikuti lomba di tingkat nasional. Bahkan, pernah menyabet juara nasional di
Jakarta. Saat hendak dibawa pulang burung murai yang berwarna kehitaman dan
kecoklatan ini sempat ditawar seharga mobil Honda Jazz dan ditambahi uang Rp
200 juta. “Meski dihargai sebesar itu, tidak saya berikan. Kami terus
mengembangkan burung murai ini, supaya nama Pati terangkat dikancah nasional,”
pungkas Agus.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.bukalapak.com%2Fp%2Fhobi-koleksi%2Fpet-food-stuff%2Fmakanan-hewan-peliharaan%2Fu5hzvc-jual-murai-nias&psig=AOvVaw2t9C9TypHgpYroAXIlYByG&ust=1626243951388000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCJj4voK13_ECFQAAAAAdAAAAABAV
Agus juga menjelaskan
tentang Murai Batu Nias. Habitat murai jenis ini di Kepulauan Nias, Sumatera
Utara. Panjang ekornya sekitar 20-25 cm, dan benar-benar mulus, dalam arti
keenam pasang bulu ekornya semua berwarna hitam. Agus menyebutnya sebagai
totohua, yang dikenal karena suaranya yang mengkristal, melengking, dan
terkenal dengan tembakan-tembakannya. "Murai Batu Nias juga dikenal
sebagai burung cerdas, mampu menirukan suara burung disekitarnya dengan sangat
cepat", jelasnya.
Agus juga menjelaskan
tentang Murai Batu Pagai Mentawai. Murai jenis ini dapat dijumpai di Pulau
Pagai, salah satu dari empat gugus pulau di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Penampilannya hampir sama dengan MB Nias, dan diduga memang berasal dari jenis
yang sama.
"Saya tidak tahu
persis jarak antara Kepulauan Nias dengan Pagai dan Mentawai. Setahu saya,
murai batu tidak termasuk burung migrasi. Kalau pun terbang, jarak terjauh yang
ditemuhnya hanya sekitar 20.000 km. Ada kemungkinan, di masa lalu, burung ini
dibawa nelayan dari Nias ke Pagai / Mentawai, atau justru sebaliknya",
pungkasnya.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2FBurung-murai-batu-medan-i.127362405.1923090894&psig=AOvVaw0U671rYCLgpCm8otaGo75R&ust=1626244236309000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCKjz6Ja23_ECFQAAAAAdAAAAABAW
Agus juga menjelaskan
Murai Batu Medan. "Murai batu Medan merupakan jenis murai batu yang paling
banyak digemari. Murai batu medan memiliki variasi kicauan yang relatif banyak.
Habitatnya berada di sekitar Bahorok, Bukit Lawang, dan kaki Gunung Leuser
Sumatra Utara", jelasnya. Menururtnya, dibanding murai batu lainnya, jenis
ini memiliki kicauan paling merdu dan matap. Secara fisik, Murai batu Medan
punya keunikan tersendiri. Tubuhnya gagah dengan ekor panjang yang melebihi
panjang tubuhnya sendiri.
Agus menjelaskan dengan
detail mengenai Murai Batu Medan. "Pada murai batu medan asli, ekormya
memiliki polar berwarna putih stri hitam berjumlah empat pasang. Ekornya
berukuran 27 sampai 35 cm. Beberapa jenis memiliki ekor melengkung yang bisa
terangkat hingga menyentuh kepala. Ada pula jenis ekor lurus namun tak terlalu
panjang.
Warna bulu murai batu
medan asli hitam legam dan mengkilap. Jika berada di bawah sinar matahari,
warna bulunya akan terlihat semu biru tua. Tubuhnya lebih besar dibanding jenis
muara batu lainnya. Pada bagian kaki, untuk muara batu medan muda akan memiliki
warna merah gelap. Sedangkan pada burung dewasa terdapat sisik dan lekukan
seperti belimbing", jelasnya.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fsteemit.com%2Fhaniz%2F%40haniz%2Fmurai-batu-aceh-2017114t22161984z&psig=AOvVaw0wOjAmSr7a6ex54PnFFOEx&ust=1626244486519000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCNi_m4e33_ECFQAAAAAdAAAAABAX
Agus menjelaskan juga
tentang Murai Batu Aceh. Ciri khas yang menandakan burung murai dari Aceh bisa dilihat dari ekornya yang
sangat menarik. Selain panjang, ekor burung ini memiliki dua warna. Hal itu
tidak dimiliki murai batu dari daerah lain. “Ekornya lebih panjang dan berlapis
ada dua warna. Kalau murai batu lain hanya satu warna,” kata Agus.
Jenis burung asal Aceh
lainnya yang banyak diminati ialah Kacer. Dibocorkannya, pengambilan dari Aceh
biasanya Rp 100 ribu, tapi di Medan bisa terjual Rp 500 ribu. “Saya juga kurang
tahu kenapa Kacer Aceh disukai. Pokoknya bilang saja dari Aceh, pasti ada yang
beli itu,” bebernya.
Meski burung asal Aceh
paling banyak dicari pecinta burung, tetapi dua tahun belakangan ini
peredarannya di pasar semakin langka. Menurut Agus, kelangkaan terjadi karena
stok burung di alam liar Aceh yang sudah berkurang saat ia beli burung.
Agus menjelaskan juga
tentang Murai Batu Jambi. "Burung Murai Batu Jambi memiliki ciri-ciri
seperti panjang ekor yang bisa mencapai 10-16 cm, dengan keistimewaan di bagian
ekornya bisa membuka serta mengembang meski hanya sedikit saja. adapun warna
dari bulu burung Murai Batu Jambi ini mayoritas berwarna hitam, dengan bagian
dada yang berwarna coklat serta coklat kombinasi emas. Pada bagian ujung ekor
memiliki warna putih sementara pada bagian ekor memiliki warna hitam legam",
jelasnya.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmykasmu.blogspot.com%2F2000%2F09%2Fburung-murai-batu-jambi.html&psig=AOvVaw0_jXhPpRAkBo3moItZY20M&ust=1626244834399000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCNC7xKq43_ECFQAAAAAdAAAAABAK
Perawatan burung Murai
Batu Jambi yang berkualitas, Agus memberi tahu bagaimana cara merawat burung
ini dengan baik. "Beberapa pola perawatan yang umum di lakukan adalah
dengan memandikan burung dengan cara di semprot atau dengan menggunakan tempat
khusus untuk memandikan burung. Hal ini bisa di lakukan setiap hari atau
minimal 2 hari sekali. Area kandang juga harus jaga kebersihannya mengingat
kotoran yang menumpuk akan menjadi sarang penularan penyakit yang bisa membuat
burung Murai Batu Jambi sakit", jelasnya.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Fduniakicau.com%2Fmengenal-ciri-ciri-dan-kelebihan-murai-batu-lampung.html&psig=AOvVaw0x8Wnr_JG8xubvyEwRDdpl&ust=1626245087607000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCNjvjaq53_ECFQAAAAAdAAAAABAK
Agus menjelaskan juga
tentang Murai Batu Lampung super dan semi. "Lampung Super ketika saat
bertarung, murai batu lampung akan sering meng-angguk-anggukan kepalanya (
mirip seperti mencangkul ), dan gaya bertarung seperti ini juga di miliki oleh
murai batu borneo ( Kalimantan ). Selain itu, murai lampung tidak memiliki gaya
yang mengembangkan bulu dada ketika sedang bertarung" jelasnya. "Gaya
bertarung murai lampung semi/ murai palangka mirip seperti gaya bertarung murai
borneo, dimana bulu dadanya akan mengembang, hanya saja untuk murai lampung
semi/ murai palangka akan mengembungkan bulu bagian parut dan sedikit
mengembangkan bulu dadanya", terangnya.
Dalam memelihara burung murai batu, hal utama yang
perlu di perhatikan adalah pakan. Menurutnya, pakan adalah menu yang variatif
sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain
lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminya seperti
vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu,
perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCI, Folic,
Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D.
"Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral", ujarnya. Mineral di butuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembulu darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral juga berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Yang termasuk mineral yang di perlukan burung murai batu adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganese, Lodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fomkicau.com%2F2014%2F03%2F17%2Fmenyiasati-burung-yang-tak-mau-makan-jangkrik%2F&psig=AOvVaw32ThT1V_X3ZYorxKJKsj5k&ust=1626245293800000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCIDWrv253_ECFQAAAAAdAAAAABAO
Agus juga menerangkan
dengan pakan alami juga."Jangkrik mengandung kadar protein yang banyak
dibilang cukup tinggi, maka sangat baik jika diberikan secara rutin dan
teratur. Pemberian pakan murai batu berupa jangkrik secara teratur, dipercaya
bisa meningkatkan birahi burung. Dan jika burung sudah birahi, maka tidak
menutup kemungkinan kalau nantinya bisa merangsang burung untuk lekas buka
paruh", jelasnya.
Sumber: https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fburungnya.com%2F10-pakan-tambahan-extra-fooding-terbaik-untuk-murai-batu-agar-cepat-gacor%2F&psig=AOvVaw2gwiAi8Dyem1_Cgv4JByn0&ust=1626245577667000&source=images&cd=vfe&ved=0CAoQjRxqFwoTCKC374e73_ECFQAAAAAdAAAAABAD
Agus juga menerangkan pakan
murai batu berupa kroto. "Kroto dipercaya mampu meningkatkan serta menjaga
suhu panas tubuh burung. Maka, ada baiknya jika kroto bisa diberikan secara
teratur. Namun karena kroto bisa meningkatkan suhu panas pada tubuh burung, ada
baiknya jika tidak diberikan dengan berlebihan. Dampak dari pemberian pakan
kroto berporsi tinggi, banyak dipercaya bisa memicu terjadinya over birahi yang
tertuju pada burung" pungkasnya.









Komentar
Posting Komentar